Menu

Mode Gelap

Editor's Pick · 5 May 2026 01:39 WIB ·

Pondok, Wali, dan Cerita yang Terlalu Sering Terulang


					Pondok, Wali, dan Cerita yang Terlalu Sering Terulang Perbesar

Bayangin kamu mondok buat cari ilmu, eh yang didapat malah trauma seumur hidup. Kurang apes apa coba.

Di sebuah pondok pesantren bernama Ndholo Kusumo di Pati, yang namanya sekarang lagi naik bukan karena prestasi, tapi karena kasus bejat, jumlah korban dugaan kekerasan seksual disebut bisa tembus 50 santriwati. Bukan angka kecil. Ini bukan satu-dua kejadian “khilaf”—ini sudah sistemik, terstruktur, dan (diduga) berlangsung lama.

Pelakunya? Ironisnya, justru orang yang harusnya jadi panutan: pengasuh ponpes sendiri, Ashari.

Dan seperti pola klasik yang entah kenapa sering kejadian, modusnya bukan cuma soal kuasa, tapi juga dibumbui “jualan langit”. Pelaku disebut-sebut mengklaim dirinya sebagai wali Allah, sosok dengan kemampuan di luar nalar manusia, bahkan merasa keturunan nabi. Paket lengkap: otoritas agama + klaim mistis + posisi kuasa. Tinggal tunggu korban yang bingung, takut, dan akhirnya manut.

Karena ya gimana, kalau dari kecil diajari bahwa nurut ke “wali” itu tiket ke surga, siapa yang berani nolak? Apalagi kalau ditambah ancaman: kalau nggak nurut, bisa dikeluarkan, dipermalukan, atau disebarin aibnya. Kombinasi fear + faith. Resep lama, tapi masih laku.

Menurut kuasa hukum korban, praktik ini sudah berjalan sejak sekitar 2022. Bahkan bukan tidak mungkin lebih lama. Korbannya mayoritas anak-anak dari keluarga tidak mampu, bahkan banyak yang yatim piatu. Posisi yang secara sosial sudah rentan, makin diperas secara psikologis.

Yang bikin makin getir, kasus ini sebenarnya sempat dilaporkan tahun 2024. Tapi ya… mandek. Alasannya klasik juga: “diselesaikan secara kekeluargaan”. Dalam banyak kasus di negeri ini, kalimat itu sering jadi kode halus dari: ya sudah, kita tutup saja ya, jangan ribut-ribut.

Baru sekarang meledak setelah ada korban yang akhirnya muak dan berani ngomong.

Di luar sana, warga sampai turun aksi. Spanduk-spanduk muncul dengan tulisan yang nggak pakai basa-basi: “Sang Predator”, “Perempuan bukan objek seksual”, sampai “Pondok tempat belajar, bukan tempat kurang ajar.” Pedas, tapi ya memang realitanya segitu pahitnya.

Sementara itu, polisi sudah menetapkan Ashari sebagai tersangka. Tapi menariknya, belum ditahan. Katanya sih dijamin tidak akan kabur. Kita lihat saja nanti.

Dari sisi pemerintah, Kementerian Agama sudah ambil langkah: menghentikan sementara penerimaan santri baru di ponpes tersebut. Bahkan ada opsi penutupan permanen kalau memang tidak memenuhi standar.

Tapi kalau ditarik lebih luas, ini bukan kasus tunggal. Ada pola yang berulang:

Pelecehan kecil yang “dimaklumi” dulu
Ajaran yang dicampur mistis biar murid makin tunduk
Minim pengawasan
Dan budaya diam karena malu atau takut

Siklusnya muter terus, kayak sinetron yang nggak tamat-tamat.

Masalahnya, banyak santri bahkan nggak tahu bahwa yang mereka alami itu kekerasan seksual. Selama belum “parah”, dianggap cuma dosa kecil. Edukasi soal ini masih minim banget.

Jadi ketika kasus kayak gini muncul, kita sering kaget. Padahal, bisa jadi ini cuma puncak gunung es.

Dan pertanyaan yang seharusnya bikin kita nggak nyaman adalah:
berapa banyak yang belum terungkap

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Putusan MK Jadi Alarm bagi Parpol: Kaderisasi Perempuan Harus Serius

28 May 2026 - 08:04 WIB

Putusan MK Jadi Alarm bagi Parpol: Kaderisasi Perempuan Harus Serius

Background Check Calon Karyawan: Mengapa Verifikasi Identitas Sebelum Rekrutmen Semakin Penting?

28 May 2026 - 07:59 WIB

Background Check Calon Karyawan: Mengapa Verifikasi Identitas Sebelum Rekrutmen Semakin Penting?

Pompa Air untuk Industri dan Bengkel: Panduan Memilih Sebelum Salah Beli

28 May 2026 - 06:33 WIB

Memahami Makna dan Sejarah Idul Adha Lebih Dalam

28 May 2026 - 06:26 WIB

Reformasi Polri Masuk Babak Baru, Presiden Terima Laporan 3.000 Halaman

6 May 2026 - 06:09 WIB

Reformasi Polri Masuk Babak Baru, Presiden Terima Laporan 3.000 Halaman

Pekerja Tewas Tertabrak Forklift di ASL Batam, Disnakertrans Dalami Kelalaian K3

4 May 2026 - 03:49 WIB

Pekerja Tewas Tertabrak Forklift di ASL Batam, Disnakertrans Dalami Kelalaian K3
Trending di Editor's Pick